Sabtu, 08 April 2017

TESTIMONI MATA KULIAH PENDIDIKAN

        Mata kuliah Pendidikan yang sudah berlangsung selama setengah semester yang dimulai pada bulan Febuari 2017 sampai dengan April 2017 merupakan mata perkuliahan yang menyenangkan bagi saya. Pada proses pembelajarannya banyak informasi atau pengetahuan yang saya dapatkan seperti halnya Pendidkan Multikultural, dimana saya baru mengetahui bahwa di kota Medan terdapat satu sekolah yang menerapkan pendidikan multikultural tersebut yaitu Yayasan Perguruan Sutan Iskandar Muda (YPSIM). Dalam perkuliahan Pendidikan ini, mahasiswa/i diminta untuk melakukan observasi mengenai proses pembelajaran di sekolah. Hal ini sangat menyenangkan bagi saya karena, membuat saya mengetahui tempat-tempat yang baru, memiliki lebih banyak pengalaman dan mengetahui suatu pengetahuan yang baru. Mahasiswa/i juga diberikan tugas untuk aktif dalam blognya, yang memberikan manfaat bagi mahasiswa/i untuk membaca dan mengetahui banyak hal. Secara umum, mata kuliah Pendidikan ini sangat menarik karena, mata kuliah Pendidikan memerlukan Psikologi dalam penyampaian suatu materi karena, seorang guru harus memperhatikan kondisi kejiwaan peserta didiknya. Semakin siap kondisi jiwa peserta didik dalam menerima materi pelajaran, akan semakin baik hasil yang akan diperoleh. 
        Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Pendidikan yang bersedia untuk memberikan saya pengajaran dan pengetahuan selama proses pembelajaran, dimana proses pengajarannya sangat menyenangkan.

Senin, 03 April 2017

BAB 1
PERANGKAT UNTUK MENGAJAR SECARA EFEKTIF

Cara Mengajar yang Efektif
Penguasan Materi Pelajaran – guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel dan memahami materi. Tentu saja pengetahuan subjek materi bukan hanya mencakup fakta, istilah, dan konsep umu.
Strategi Pengajaran – konstruktivisme menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Konstruktivisme juga menekankan pada kolaborasi –anak-anak saling bekerja sama untuk mengetahui dan memahami pembelajaran.
Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional – guru yang efektif tidak sekedar mengajar dikelas, entah itu dia menggunakan perspektif tradisional atau konstruktivis. Mereka harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan.
Keahlian Manajemen Kelas – guru mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. Guru yang efektif membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif.
Keahlian Motivasional – guru yang efektif punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar. Guru yang baik akan memberi kesempatan murid untuk berpikir kreatif dan mendalam untuk proyek mereka sendiri.
Keahlian Komunikasi – keahlian komunikasi bukan hanya penting untuk mengajar, tetapi juga untuk berinteraksi dengan orang tua murid. Guru yang efektif juga bekerja untuk menigkatkan keahlian komunikasi para murid.
Keahlian Teknologi – guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam proses belajar dikelas. Integrasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan belaar murid, termasuk kebutuhan mempersiapkan murid untuk mecari pekerjaan di masa depan, yang akan sangat membutuhkan keahlian teknologi dan keahlian berbasis komputer

Komitmen dan Motivasi
Komitmen dan motivasi dapat membantu guru yang efektif untuk melewati masa-masa yang sulit dan melelahkan dalam mengajar.guru yang efektif juga punya kepercayaan diri terhadap kemmpuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan emosi mereka.

Pendekatan Riset Ilmiah
Riset ilmiah adalah riset objektif, sistematis, dan dapat diuji. Riset ilmiah preduksi kemungkinan bahwa informasi didasarkan pada keyakinan, opini dan peraaan personal. Riset ilmiah dilandaskan pada metode ilmiah, sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi  yang akurat.

Metode Riset
Riset Deskriptif – riset ini bertujuan mengamati dan mencatat perilaku. Riset deskriptif tidak dengan sendirinya bia membuktikan apa penyebab dari suatu fenomena, tetapi bisa mengungkapkan informasi penting tentang perilaku dan sikap orang.
Observasi – observasi ilmiah dilakukan dengan cara sistematis. Observasi ini membutuhkan pengetahuan tentang apa yang anda amati, melakukan observasi dengan cara yang tidak mengandung bias, mencatat dan mengelompokkan apa yang anda lihat secara akurat dan menyampaikan hasil observasi anda secara efektif
Observasi Ilmiah – observasi ilmiah dipakai dalam studi yang memfokuskan di percakapan di museum sains anak-anak.
Observasi Partisipan – observasi dimana peneliti-pengamat terlibat aktif sebagai partisipan dalam suatu aktivitas atau tempat tertentu
Wawancara dan Kusioner – kebanykan wawancara dilakukan secara tatap muka, meskipun data juga dilakukan dengan cara lain, seperti secara langsung, melalui surat atau Internet. Kusioner biasanya diberikan kepada individu dalam bentuk tertulis. Wawancara dan observasi yang baik menggunkan pertanyaan yang konkret, spesifik dan tidak mendua dan juga menggunakan beberapa cara untuk mengecek autentisitas jawaban responden.
Tes Standar- tes ini menilai sikap atau keahlian murid dalam domain yang berbeda-beda. Tes-tes ini mempunyai banyak tujuan, antara lain memberikan pengukuran untuk studi riset, informasi yang membantu psikolog dan pendidik untuk membuat keputusan tentang seorang murid, dan membandingkan prestasi murid antarsekolah, antarkota, dan atarnegara.
Studi Kasus – kajian mendalam terhadap individu. Studi kasus sering dipakai ketika situasi yang unik, dalam kehidupan seseorang tidak dapat diduplikasi, entah itu karena alas an praktis maupun etis. Subjek studi kasus adalah unik, dengan susunan genetic dan pengalaman yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Studi Etnografik – studi ini adalah deskripsi mendalam dan interpretasi terhadap perilaku dalam satu etni atau kelompok cultural.tipe studi ini menggunakan observasi di setting alam dan wawancara.

Tantangan Riset
Etika – ahli psikologi harus berhati-hati dalam memastikan kesehatan dan keamanan anak yang berpatisipasi dalam studi riset. Sebelum riset dilakukan di sekolah, seorang administrator atau komite administrative akan mengevaluasi rencana risetnya dan menetukan apakah riset itu bermanfaat bagi sekolah atau tidak. Bahkan jika keluarga mengizinkan anak berpatisipasi dalam studi riset, jika anak itu tidak mau, maka keinginan si anak itu harus dihargai.
Gender – banyak pakar gender percaya bahwa banyak pendidikan dan riset mengandung bias gender. Periset pendidikan menyatakan bahwa  sudah lama perempuan diposisikan dibawah lelaki.

Etika dan Kultur – secara historis, anak etnis minoritas diabaikan dalam riset atau sekedar dianggap sebagai variasi dari norma atau kelaziman. Karena anak etnis minoritas diabaikan dalam riset sekian lama, maka ada kemungkinan lebih banyak variasi dalam kehidupan anak di dunia rill ketimbang yang ditunjukkan oleh studi riset di masa lalu. Secara historis, peneliti mempelajari dari kelompok etnis minoritas, mereka memfokuskan pada problemnya. Adalah penting untuk mempelajari problem-problem seperti kemiskinan yang dialami kelompok minoritas, tetapi juga penting untuk mengkaji kemungkinan kekuatannya, seperti kebanggan, harga diri, keahlian memecahkan masalah, dan sistem dukungan keluarga besar. Untungnya, sekarang muncul pandangan yang lebih pluralistic terhadap masyarakat kita dan para peneliti makin banyak yang meneliti dimensi positif dari kelompok etnis minoritas. 
BAB 12
PERENCANAAN, INTRUKSI DAN TEKNOLOGI

Perencanaan dan Intruksi Pelajaran Teacher-Centered
Sasaran Behavioral – adalah penyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid. Mager percaya bahwa sasaran behavioral harus mengandung tiga bagian:
·       Perilaku murid. Fokus pada apa yang akan dipelajari atau dilakukan murid.
·       Kondisi dimana perilaku terjadi. Menyatakan bagaimana perilaku akan dievaluasi atau dites
·       Krieteria kinerja. Menetukan level kinerja yang dapat diterima

Menyusun Taksonomi Intruksional
Domain Kognitif
  • Pengetahuan – murid punya kemampuan untuk mengingat informasi
  • Pemahaman – murid memahami informasi dan dapat menerangkannya dengan menggunakan kalimat mereka sendiri.
  • Aplikasi – murid menggunakan pengetahuan untuk memecahkan problem kehidupan nyata.
  • Analisis – murid memecah informasi yang kompleks menjadi bagian kecil-kecil dan mengaitkan informasi dengan informasi lain.
  • Sintesis – murid mengombinasikan elemen-elemen dan menciptakan informasi baru.
  • Evaluasi – murid membuat penilaian dan keputusan yang baik.
Domain Afektif
  • Penerimaan – murid mengetahui atau memperhatikan sesuatu di lingkungan.
  • Respons – murid termotivasi untuk belajar dan menjukkan perilaku baru sebagai hasil dari pengalamannya.
  • Menghargai – murid terlibat dan berkotmitmen pada beberapa pengalaman.
  • Pengorganisasian – murid meingtergrasikan nilai baru ke perangkat nilai yang sudah ada dan memberi prioritas yang tepat.
  • Menghargai karakteristik – murid bertindak sesuai dengn nilai tersebut dan berkotmitmennya kepada nilai tersebut.
Domain Psikomotor
  •  Gerak refleks –murid merespons suatu stimulus secara refleks tanpa perlu hanya berpikir.
  • Gerak fundamental dasar – murid melakukan gerakan dasar untuk tujuan tertentu
  • Kemampuan perseptual – murid menggunakan indra, seperti penglihatan, pendegaran atau sentuhan, untuk melakukan sesuatu.
  • Kemampuan fisik – murid mengembangkan daya tahan, kekuatan dan fleksibilitas, dan kegesitan.
  • Gerakan terlatih – murid melakukan keterampilan fisik yang kompleks dengan lancer
  • Perilaku nondiskusif – murid mengomunikasikan perasaan dan emosinya melalui gerak tubuh.

Perencanaan dan Intruksi Pelajaran Learned Centered
Prinsip Learned Centered – prinsip ini menekankan pembelajaran dan pelajar yang aktif dan reflektif.  Faktor Kognitif dan Metakognitif:
 Sifat proses pembelajaran – pembelajaran subjek materi yang kompleks akan sangat efektif jika dilakukan dengan melalui proses pengkonstruksian makna dari informasi dan pengalaman.
 Tujuan proses pembelajaran – pelajar yang sukses, dengan bantuan dan pedoman intruksional dan
 menciptakan representasi pengetahuan yang bermakna dan koheren.
Konstruksi pengetahuan – pelajar yang sukses bisa menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan cara yang mengandung makna tertentu.
 Pemikiran strategis – pelajar yang sukses dapat menciptakan dan menggunakan berbagai strategi pemikiran dan penalaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
 Memikirkan tentang pemikiran (metakognisi) – pelajar yang sukses adalah pelajar metakognitif
 Konteks pembelajaran – pembelajaran tidak terjadi diruang hampa. Pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti kultur, teknologi dan praktik instruksional.

Teknologi dan Pendidikan
Revolusi Teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederana dan berubah dengan lamban. Banyak guru tidak memiliki pengetahuan memadai dalam menggunakan computer, dan banyak sekolah tidak menyediakan workshop atau pelatihan yang dibutuhkan. Kenyataan ini berarti bahwa pembelajaran di sekolah belum direvolusionerkan secara teknologis.

Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. World Wide Web (Web) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi Internet; materi ini mencakup teks dan grafis. Website adalah lokasi individu atau organisasi dari Internet. Website menampilkan informasi yang dimasukkan oleh individu atau organisasi. E-mail adalah singkatan dari elektronik mail dan merupakan bagian penting lain dari Internet. Pesan dapat dikirim dan dietrima dari individu atau dari banyak individu sekaligus.

Teknologi dan Diversitas Sosikultural
Beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan computer
·       Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, cultural, dan etnis.
·       Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dari semua latar belakang gender, etnis, dan cultural.
·       Beri murid informasi tentang pakar dari latar belakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka.
·       Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis computer dirumah.

Masa Depan: Komputer di Mana-mana

Beberapa pakar komputer percaya bahwa generasi komputer berikutnya-generasi ketiga akan berupa ubiquitous computing yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang ke personal. Ringkasnya, ubiquitous computing akan berupa dunia pasca-PC. Ubiquitous adalah kebalikan dari realitas virtual. Ubiquitous computing akan memaksa komputer eksis di dunia manusia.
BAB 13
MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN

Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energy, terarah dan bertahan lama.

Perspektif tentang Motivasi
a.         Perspektif Behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci  dalam menentukan motivasi murid.
b.  Perspektif Humnitis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain).

Menurut hierarki kebutuhan Malow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut:
  • Fisiologis: lapar, haus, tidur.
  • Keamanan: bertahan hidup.
  • Cinta dan rasa memiliki: keamanan, kasih saying, dan perhatian dari orang lain.
  • Harga diri: menghargai diri sendiri
  • Aktualisasi diri: realisasi potensi diri.
  • Aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi dan sulit dalam hierarki Maslow, diberi perhatian khusus. Aktualisasi diri adalah motivasi untuk menggembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.

Perspektif Kognitif
Persepektif kognitif menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan. Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.White (1959) yang mengsulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif , menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien.

Perspektif  Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Kebutuhan afiliasi murid tercemin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan postif dengan guru.

Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).

Determinasi Diri dan Pilihan Personal
Dalam pandangan ini, murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Para periset menemukan bahwa motivasi internal dan minat intrinsic dalam tugas sekolah naik apabila murid punya pilihan dan peluang untuk mengambil tanggung jawab personal atas pembelajaran mereka.

Pengalaman Optimal
Pengalaman optimal ini berupa perasaan senang dan bahagia yang besar. Pengalaman optimal itu kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Pengalaman optimal ini terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tak terlalu mudah.

Proses Kognitif Lainnya
Teori Atribusi menyatakan bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Atribusi adalah sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil.
Lobus persepsi murid tentan kesuksesan atau kegagalan sebagai akibat dari faktor internal atau eksternal yang mempengaruhi harga diri murid.
Stabilitas perepsi murid terhadap stabilitas dari suatu sebab yang mempengaruhi kesuksesannya.
Daya Kontrol persepsi murid tentang daya kontrol atas suatu sebab berhubungan dengan sejumlah hasil emosional seperti kemarahan, rasa bersalah, rasa kasihan dan malu.

Motivasi untuk Menguasai
Anak dengan orientasi untuk menguasai akan fokus pada tugas ketimbang pada kemampuan mereka, punya sikap positif, dan menciptakan strategi berorientasi solusi yang meningkatkan kinerja mereka. Sebaliknya anak dengan orientasi tak berdaya berfokus pada ketidakmampuan personal mereka, sering kali mereka mengatributkan kesulitan mereka pada kurangnya kemampuan, dan menunjukkan sikap negatif . Orientasi untuk meguasai juga bisa dipertengtangkan dengan orientasi kinerja, yang berarti lebih memperhatikan hasil ketimbang proses.

Self-Efficacy
Konsep self-efficacy (keyakinan akan diri sendiri) menurut Bandura, yakni keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan memproduksi hasil positif. Self efficacy adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi murid. Murid dengan self efficacy  rendah mungkin menghindari banyak tugas belajar, khususnya yag menantang dan sulit, sedangkan dengan level self-efficacy tinggi mau mengerjakan tugas-tugas seperti itu. Murid dengan level self efficacy tinggi lebih mungkin untuk tekun berusaha menguasai tugas pembelajaran ketimbang murid yang berlevel rendah.

Kecemasan dan Prestasi
Kecemasan adalah perasaan takut dan kegundahan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. Sejumlah program telah diciptakan untuk mengurangi tingkat kecemasan. Program intervensi terhadap kecemasan difokuskan pada aspek kekhawatiran, di mana program ini berusaha mengganti pemikiran yang destruktif dan negatif tentang kecemasan dengan pemikiran yang lebih positif dan konstruktif.

Motivasi, Hubungan dan Konteks Sosikultural
Motivasi sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalamn dengan dunia sosial.
Karakteristik demografis – Orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi akan lebih percaya bahwa keterlibatan mereka dalam pendidikan anak adalah penting. Praktik pengasuhan anak – berikut adalah praktik parenting positif yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi:
·       Mengenal betul anak dan memberi tantangan dan dukungan dalam kadar yang tepat.
·       Memberi iklim emosional yang positif, yang memotivasi anak untuk menginternalisasikan nilai dan tujuan orang tua.
·       Menjadi model perilaku yang memberi motivasi: bekerja keras dan gigih menghadapi tantangan.

Minggu, 05 Maret 2017

TUGAS KELOMPOK PENDIDIKAN (KELOMPOK 5)


Kelompok 5:
Narulita Desi Basaria (16-177) (http://narulitadesi.blogspot.com)
Prima Nikita (16-181) (http://primanikita16181.blogspot.com)
Esther Pasaribu (16-183) (http://estherpsrb16183.blogspot.com)
Ruth Shinta B. T. (16-192) (http://esdungdungkacanghijau.blogspot.com)
Winika Deliana Sitompul (16-193) (http://foodienyummy.blogspot.com)
Dwifarilan Filadelfia (16-213) (http://stalkingwhi.blogspot.com)
Ruthwany V. C Hutagaol (16-215) (http://pizzazzandhappiness.blogspot.com)
Wina Audina (16-230) (http://bangtanstrash.blogspot.com)

Kamis, 02 Maret 2017

TUGAS MK PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Kelompok 5:
Narulita Desi Basaria (16-177) (http://narulitadesi.blogspot.com)
Prima Nikita (16-181) (http://primanikita16181.blogspot.com)
Esther Pasaribu (16-183) (http://estherpsrb16183.blogspot.com)
Ruth Shinta B. T. (16-192) (http://esdungdungkacanghijau.blogspot.com)
Winika Deliana Sitompul (16-193) (http://foodienyummy.blogspot.com)
Dwifarilan Filadelfia (16-213) (http://stalkingwhi.blogspot.com)
Ruthwany V. C Hutagaol (16-215) (http://pizzazzandhappiness.blogspot.com)
Wina Audina (16-230) (http://bangtanstrash.blogspot.com)

Bagaimana pandangan dan penilaian anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 2 SKS harus mempunyai email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia khususnya di Medan?

Mahasiswa Psikologi yang mengikuti Psikologi Pendidikan harus memiliki email dan blog karena beberapa alasan berikut menurut uraian Psikologi Pendidikan.
a. Kewajiban mahasiswa  psikologi mempunyai blog untuk diajarkan bradaptasi pada sistem pendidikan baru yang mulai berkembang di Indonesia. Mahasiswa juga dituntut berperan aktif dalam pengembangan blog sebagai salah satu sarana pembelajaran selain itu melalui blog mahasiswa juga dapat menyalurkan kreatifitas kedalam blog sehingga orang lain bisa menilai karya mahasiswa secara bebas. Mahasiswa juga bisa mendapatkan feedback-feedback yang akan sangat membantu mahasiswa dalam pengembangan karya tersebut dengan kata lain kreatifitas mahasiwa bisa semakin terpacu dengan adanya sistem pembelajaran melalui blog. Pelaksanaan ini mendukung teori John Dewey yang menekankan Psikologi Pendidikan pada keaktifan mahasiswa.
b.  Kewajiban mahasiswa psikologi mempunyai email juga tidak terlepas dari kaitan dengan perkembangan teknologi di  Indonesia. Dengan adanya email, mahasiswa dapat mengirimkan tugas tugas kepada dosen lebih efisien. Untuk mengumpulkan tugas mahasiswa tidak perlu lagi datang kekampus melainkan hanya duduk didepan laptop dan mengirimkan tugasnya. Selain itu email juga bisa membantu mahasiswa dalam pengerjaan tugas kelompok. Mahasiswa dapat berdiskusi dengan teman secara online tanpa tatap muka. Dalam pengerjaan tugas kelompok biasanya dilakukan pembagian tugas dan akan ada suatu waktu yang ditentukan untuk mengumpulkan semua tugasnya untuk digabungkan.  Dengan pengiriman tugas dengan email mahasiswa turut membantu melestarikan lingkungan dengan paperless.

Ditinjau dari fenomena pendidikan di Indonesia terutama di Medan :



            Di zaman yang sudah maju, orang-orang tidak dapat terlepas dari internet termasuk dalam dunia pendidikan terutama di Medan. Ini ditunjukkan dengan semkain banyaknya aktivitas pembelajaran menggunakan internet, seperti perkuliahan kita di Fakultas Psikologi USU pada MK Aplikasi Komputer dan Psikologi Pendidikan. Sehingga, pembuatan email dan blog menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar tidak tertinggal dalam perkuliahan.

Minggu, 04 Desember 2016

8 Hal Orang Depresi Tersembunyi Lakukan:


1. Mereka mungkin tidak tampak seperti orang depresi.
2. Mereka mungkin sering tampak kelelahan atau selalu mengeluh kenapa sering lelah.
3. Mereka bisa menjadi luar biasa marah.
4. Mereka bisa memiliki waktu yang sulit untuk menanggapi suatu kasih sayang dan perhatian.
5. Mereka mungkin sering menolak kegiatan yang mereka dulu tidak sukai atau sebaliknya akan menikmati.
6. Mereka mengembangkan kebiasaan makan yang abnormal.
7. Mereka mulai membutuhkan Anda lebih banyak.
8. Mereka dapat memiliki hari yang buruk, dan hari yang baik.


Popular Posts

Like us on Facebook